Suara Rakyat (Bukan) Suara Tuhan

Dua capres sudah tersaji di hadapan kita, jauh sebelum Ramadhan. Dua-duanya sudah menyampaikan visi, misi, dan perspektif yang dirumuskan secara konkret, maupun rada-rada absurb tentang program kerjanya. Tapi pilihan tetap di tangan kita.

Semoga Ramadhan ini bisa dijadikan momentum menyucikan diri, menjernihkan hati. Dengan mata hati yang berbinar bersih, dengan spiritualitas yang suci, dengan jiwa yang bertabur cahaya Ramadhan, semoga kita bisa terbimbing untuk memilih pemimpin yang bersih dan terbaik untuk negeri ini.

Bisa saja bias, tak jelas mana loyang mana emas. Tapi yang jiwanya disinari cahayanya dan berhati emas, tak akan tertipu tutur kata sekilas, tak akan silap oleh pandang selintas dan tak akan terbuai dengan sepintas janji-janji dari tokoh yang culas, sehingga mampu memilih pemimpin bernas dan berhati emas.

Betul, vox populi vox day, suara rakyat suara Tuhan. Suara rakyat mesti dihargai sebagai penyampai kehendak Ilahi. Tapi siapa yang culas, menabur kekayaannya dan merasa mampu membeli suara rakyat tak peduli itu menodai kesucian Ramadhan, percayalah kalian tetap tak akan mampu membeli suara Tuhan.

Maman Suherman, Indonesia Lawak Klub, Trans 7, 2 Juli 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s